30 Apr 2017

Apa Itu Ekonomi

Apa Itu Ekonomi — Sejumlah ahli memberikan pengertian yang berbeda-beda apabila membahas tentang pengertian ekonomi. KBBI menjelaskan bahwa ekonomi adalah “ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan)”.

Alfred Marshall, dalam bukunya Principles of Economics, memberikan definisi yang lebih luas: “Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam urusan kehidupan sehari-harinya.

Ilmu ini mempelajari tentang bagaimana manusia mendapatkan penghasilan dan bagaimana dia menggunakannya. Karena itu, ekonomi di satu sisi adalah studi tentang kekayaan, dan di sisi lain yang lebih penting, adalah studi tentang manusia.”

Apapun definisinya, sejatinya ekonomi bergelut mempelajari bagaimana manusia dapat membuat keputusan dalam memanfaatkan sumber dayanya yang terbatas. Semua orang dan negara memiliki sumber daya terbatas dan bergelut dengan keterbatasan, sehingga ekonomi pada bentuknya yang paling dasar dapat ditemukan di mana-mana.

Contohnya, Anda dapat memilih untuk tidak membaca artikel ini dan pergi melakukan aktivitas lain seperti bermain gam. Tetapi Anda tetap memilih untuk membaca artikel ini, karena Anda menganggap ini adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu dengan sumber daya yang Anda miliki pada saat ini.

Ekonomi menganalisa permasalahan semacam ini, termasuk perilaku individual dan institusi, baik sosial maupun politik, untuk melihhat bagaimana mereka bekerja mengubah sumber daya yang terbatas menjadi barang dan jasa yang paling dapat memenuhi kebutuhan manusia. Posisinya yang sangat krusial ini menjadikannya ilmu yang sangat penting dalam perilaku manusia.

Berdasarkan fokusnya dengan interaksi unsur-unsur ekonomi, sejumlah ahli membedakan mikroekonomi dan makroekonomi. Mikroekonomi pada dasarnya berfokus kepada manusia dan bisnis secara individual, perilaku elemen-elemen dasar dalam suatu sistem ekonomi, interaksi dan hasil-hasilnya.

Mikroekonomi secara lebih spesifik dapat menjelaskan bagaimana individu berperilaku saat menghadapi pilihan seperti dimana harus berbelanja atau menginvestasikan penghasilannya, juga bagaimana institusi yang berfokus pada profit dapat berperilaku saat bersaing satu sama lain di dalam pasar.

Sedangkan makroekonomi lebih berfokus pada ekonomi sebagai kesatuan yang organik, kegiatan produksi, konsumsi, menabung dan investasi secara menyeluruh, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan pengangguran. Disiplin ini juga mengkaji pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, termasuk bagaimana pemerintah menggunakan kebijakan fiskal dan moneter demi menyeimbangkan efek resesi.

Di bawah ini adalah beberapa topik inti yang dikaji dalam ilmu ekonomi. Tentu saja, tulisan ini dibut untuk hanya mencakup garis besar bahasan ilmu ekonomi sehingga tidak dapat digunakan sebagai panduan yang lengkap.

Kelangkaan

            Ekonomi dapat juga dikaji sebagai ilmu tentang kelangkaan. Kelangkaan adalah kondisi yang mendasar dan tak terhindarkan, sehingga manusia mengembangkan ekonomi sebagai ilmu yang mempelajarinya demi menanggulangi efeknya.

Kelangkaan adalah fenomena yang membatasi manusia dari memiliki segala hal di dunia ini. Meskipun uang dapat diproduksi terus-menerus,  sumber daya akan habis.

Keterbatasan ini yang memaksa manusia harus menentukan pilihan terkait sumber daya mana yang akan digunakannya. Pilihan-pilihan inilah yang dipelajari oleh disiplin ekonomi.

Sifat kelangkaan yang tak terhindarkan ini lebih jauh membuat manusia harus membuat keputusan terkait apa yang akan diproduksi dan dikonsumsi.

Tentu saja keputusan yang dibuat harus berkaitan dengan kondisi terbaik yang dapat dimunculkan dalam keadaan tertentu. Cara manusia untuk mensiasati keadaan ini juga merupakann hal yang dikaji dalam ilmu ekonomi.

            Mikroekonomi

            Mikroekonomi membahas perilaku individu dan perusahaan dalam konteks pasar. Dalam ekonomi, pasar adalah tempat dimana pembeli dan penjual menukarkan uang dengan barang dan jasa. Pasar tidak harus berbentuk tempat yang spesifik, apalagi dengan perkembangan teknologi online pada saat ini.

Akan tetapi, perilaku pasar pada dasarnya selalu sama meskipun aturan institusionalnya berbeda-beda, sehingga mempelajari pasar secara umum dapat dilakukan daripada harus mengkaji pasar satu-persatu.

Pasar pada dasarnya menggunakan model suplai dan permintaan. Model ini secara tegas memisahkan antara pembeli yang digambarkan dengan kurva permintaan, dan penjual yang digambarkan dengan kurva suplai.

Dengan mengkaji kedua kurva tersebut, ahli ekonomi dapat menganalisis interaksi antara pembeli dan penjual, seberapa banyak suatu jenis barang dijual, dan dengan harga berapa.

Kajian mikroekonomi dilakukan dengan asumsi bahwa manusia akan selalu bertindak rasional berdasarkan sumber daya yang dimiliki dengan kebutuhannya.

Akan tetapi, seringnya manusia tidak selalu bertindak rasional, sehingga memunculkan perilaku anomali yang perlu lebih dalam dikaji proses dan penyebabnya. Cabang ilmu yang mempelajari irasionalitas manusia dalam proses ekonomi ini disebut ekonomi perilaku atau behavioral economics.

Makroekonomi

            Disiplin yang mewarnai berita-berita ekonomi di media adalah makroekonomi. Hal ini dikarenakan makroekonomi mengkaji hal-hal yang dirasakan secara luas oleh semua elemen masyarakat yang terlibat dalam situasi ekonomi seperti jumlah penghasilan negara, inflasi harga pasar, tingkat pengangguran, serta dampak kebijakan fiskal dan moneter.

Makroekonomi juga harus mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara seperti pertumbuhan tenaga kerja dan perkembangan teknologi.

Ahli makroekonomi biasanya menggunakan GDP (gross domestic product) untuk melacak pertumbuhan ekonomi suatu negara. GDP pada dasarnya adalah statistik yang memperhitungkan nilai keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

Sederhananya, GDP yang tinggi dan bertumbuh pesat mencerminkan banyaknya transaksi ekonomi yang menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Karena kecenderungan manusia untuk mengkonsumsi barang dan jasa, GDP juga dapat membantu mengukur kemampuan negara dalam memaksimalkan kesejahteraan penduduknya menggunakan sumber daya yang terbatas.

GDP yang meningkat mengindikasikan bahwa negara telah meningkatkan cara untuk memproduksi barang dan jasa yang diutuhkan oleh warga negaranya.

Perlu diingat bahwa statistik GDP hanya memperhitungkan transaksi yang melibatkan mata uang. Kegiatan masyarakat tradisional yang tidak melibatkan mata uang modern, meskipun produktif secara ekonomi dan sosial, tidak akan menyumbang ke dalam angka GDP.

Sebagai gambaran, GDP dapat memperhitungkan perekonomian di negara maju dengan baik karena hampir seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam sistemnya akan dijual. Tetapi, dalam negara yang masih dominan agraris, barang yang diproduksi akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga masing-masing sehingga tidak akan menyumbang peningkatan dalam GDP.

Jika negara agraria tersebut kemudian mengadopsi sistem ekonomi pasar, GDP akan terlihat meningkat karena sejumlah barang yang diproduksi untuk konsumsi sendiri akan diperhitungkan untuk pertama kalinya.

Tetapi, meningkatnya angka ini tidak serta merta mencerminkan pertumbuhan, melainkan hanya menandakan bertambahnya barang yang diperhitungkan dalam sistem ekonomi pasar.

Demikian adalah gambaran mengenai ilmu ekonomi dan kajiannya. Tentu saja, ilmu ekonomi sangat luas dan tidak dapat dirangkum dalam tulisan yang sangat singkat.

Tetapi, dengan memahami esensi dari ilmu ekonomi, termasuk dua fokus utamanya, tentu akan lebih mudah untuk mempelajari konsep yang lebih luas dan kompleks yang dibangun dari dua fokus utama tadi.

Diparafrasekan dari buku Economics for Dummies karya Peter Antonioni dan Sean Masaki Flynn, dengan penyesuaian seperlunya.

 

Anang Rahardian
15 Apr 2017

PLBN Indonesia di Atambua Semakin Cantik

Panas terik matahari cukup menyengat kulit kala kami Team Website STIE SBI menginjakan kaki di Pos Lintas Batas Negara – PLBN di Motaain, Kabupaten Belu – Atambua Nusa Tenggara Timur awal April lalu.

Ditambah, saat ini, PLBN terbesar di Belu – Atambua itu kini tengah memasuki pembangunan tahap ke dua, dimana banyaknya debu, suara mobil dan alat alat berat yang lalu lalang di wilayah itu. Dan pembangunan PLBN tersebut direncanakan akan selesai tahun 2018 nanti. (more…)

Peristiwa jajak pendapat yang pernah dilakukan dan melatarbelakangi lepasnya Propinsi Timor Timor 18 tahun lalu, sejenak terbayang kembali ketika saya menginjakan kaki di Perbatasan Motaain – Atambua Nusa Tenggara Timor. Saat itu saya baru berusia 22 tahun dan tengah menjalani masa masa kuliah, yang juga tidak terlalu paham betul dengan situasi politik yang terjadi saat itu.
Namun, kuat dalam diri saya, cerita terlepasnya Timor Timor yang saat ini berganti dengan nama Timor Leste itu pasti menyisakan suka dan duka yang panjang jika diceritakan kembali.
Adalah salah satu pejuangan yang tergabung di TNI Angkatan Darat saat itu, LEITE pria kelahiran Dili asli yang kini sudah pension dengan pangkat akhir Sersan Dua – Serda. (more…)

https://id.techinasia.com/kilas-balik-ojek-online-2015
sumber foto cover google.com/Nadiem Makarim
30 Mar 2017

Kilas Balik Perkembangan Ojek Online di Indonesia Sepanjang 2015

Di akhir tahun 2014, hampir tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bila layanan ojek online akan menjadi sesuatu yang besar tahun ini. Bisnis transportasi on-demand memang sudah mulai dikenal, salah satunya karena kontroversi kehadiran Uber di Indonesia.
Namun istilah ojek online saat itu belum begitu dikenal. Walau GrabTaxi telah mengujicoba layanan GrabBike di Vietnam pada bulan Oktober 2014, tidak ada indikasi ketika itu kalau mereka akan meluncurkannya di Indonesia.
Setahun berselang, berkat kehadiran aplikasi GO-JEK pada bulan Januari dan layanan GrabBike empat bulan kemudian, ojek online langsung menjadi salah satu bisnis startup yang paling populer di Indonesia. (more…)

https://dailysocial.id/post/ketimbang-mengejar-kuantitas-kualitas-pengusaha-indonesia-lebih-urgen-ditingkatkan/
sumber foto cover google.com
30 Mar 2017

Ketimbang Mengejar Kuantitas, Kualitas Pengusaha Indonesia Lebih Urgen Ditingkatkan

Pertumbuhan kuantitas entrepreneur Indonesia tidak cukup untuk menyokong ekonomi, diperlukan high impact entrepreneur

Menginjak di usia kelima beroperasi di Indonesia, Endeavor Indonesia menyelenggarakan Scale-Up Asia 2017 dengan mengangkat tema “High Impact Entrepreneur“. Tema ini diangkat untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan Indonesia.

BPS mencatat terjadi kenaikan 4 juta pengusaha dalam kurun waktu 10 tahun belakangan. Jika melihat dari sisi kuantitas, hal ini tentu saja menjadi angin segar meski belum cukup untuk membantu menyokong pertumbuhan ekonomi tanah air. Namun bila melihat dari sisi kualitas, bisa menjadi bumerang karena banyaknya pengusaha yang membuat bisnis belum tentu bisa kontinu bertahan lama akibat tingkat persaingan yang tinggi. (more…)