Dec
14

Begini Tanggapan Bapak Saifudin Zuhri Terkait Isi Indonesia Kebal Resesi

Di tengah banjir informasi ancaman resesi dunia, data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sungguh melegakan. Betapa tidak, BPS menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 secara kuartal ke kuartal (quarter to quarter/qtq) 1,81 persen. Adapun bila dibandingkan secara year on year (yoy) sebesar 5,72 persen.
Dengan angka pertumbuhan sebagaimana catatan BPS, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia dapat dikatakan sangat tangguh. Angka tersebut juga bisa menjadi modal kuat ekonomi Indonesia menghadapi ancaman resesi dunia yang diperkirakan akan dimulai 2023 mendatang.
Seperti yang dilansir dalam artikel mempan.go.id pada tanggal 8 November 2022 bahwa Ekonomi Indonesia Kebal Resesi. Lalu secara kualitas mengapa Indonesia berpotensi kebal resesi?
Menurut Bapak Saifudin Zuhri, M.Si (Ketua STIE SBI Yogyakarta) menerangkan bahwa Ada beberapa hal yang membuktikan bahwa Indonesia kebal resesi, bisa keluar dari resesi pun dengan cara-cara unik dan khas Indonesia, mengambil contoh krisis moneter thn 1994, bahwa ada keunikan yg dilakukan Indonesia antara lain yaitu ketika ekonomi itu subjek utamanya bukan hanya di masyarakat tetapi semuanya, itu lah fakta atau realita yg dilakukan oleh institusi, ambil contoh dari UMKM bahwa ketergantungan terhadap negara relatif rendah seperti korupsi dan distribusi. Apa yg dilakukan pemerintah itu sia-sia padahal sudah ada ditrek yg benar tentang resesi itu. Ini juga membutuhkan sebuah kekompakan, komitmen dan kerjasama kalau tidak ini akan sia-sia, jadi intinya mengapa pemerintah cukup yakin resesi kedepannya akan mampu, dan ini bukan hanya klaim pemerintah tetapi AINF sudah mengakui Indonesia satu-satunya negara yang potensial terhindar dari resesi tahun 2023. Lalu jika indonesia tidak kebal resesi bagaimana masyarakat menyesuaikannya ? Masyarakat Subjek utama di dalam resesi. Selain itu, Bapak Saifudin Zuhri, M.Si juga menerangkan bahwa Indonesia memiliki cara pandang lokal, sekarang ini masyarakat terderteminasi sehingga proses-proses produksi, distribusi harus mempertimbangkan cara mengatasi determinasi, apalagi sekarang memerlukan barangĀ² impor, seperti sepeda motor, mobil, peralatan, makanan pun face to face. Masyarakat harus sadar tidak dengan cara seperti sekarang yaitu memblok produk cina, wajib membuka persaingan yg meningkatkan cara-cara produktif dan efisien, sekarang saja transportasi tidak efisien harus seimbang, masyarakat harus jangan terpengaruh dari atasan dan partai politik.

stie-sbi