STIE SBI Yogyakarta menerima mahasiwa baru melalui jalur beasiswa BIDIK MISI tahun 2019.

Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut :

 

BEASISWA BIDIKMISI TAHUN 2019

PILIHAN PROGRAM STUDI

  1. Akuntansi (Pendaftar dari SMA/MA IPA atau IPS, atau SMK/MAK serumpun)
  2. Manajemen (Pendaftar dari SMA/MA IPA atau IPS, atau SMK/MAK serumpun)

SYARAT PESERTA

  1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2018 dan 2019;
  2. Belum tercatat sebagai mahasiswa di STIE SBI Yogyakarta atau perguruan tinggi lainnya.
  3. Sesuai persyaratan seleksi mahasiswa baru STIE SBI Yogyakarta Jalur Bidikmisi.
  4. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  5. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
    Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya;
  6. Memiliki potensi akademik baik
  7. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 d. 6, serta mempunyai prestasi ko- kurikuler maupun ekstra kurikuler

SYARAT BERKAS JALUR BIDIKMISI

Mengisi formulir pendaftaran, dilampiri :

  1. Kartu Peserta Bidikmisi dan Formulir Pendaftaran Bidikmisi Tahun 2019  yang dicetak dari laman web Bidikmisi Belmawa Kemeristekdikti
  2. Fotokopi KTP
  3. Foto rumah (tampak depan, ruang tamu, dan dapur)
  4. Foto keluarga di depan rumah
  5. Fotokopi Rekening Listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan/ atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/ wali-nya.
  6. Surat Keterangan  Penghasilan  Orang  tua/  wali  atau  Surat  Keterangan  Tidak  Mampu  yang  dapat  dibuktikan kebenarannya, (Dikeluarkan oleh Kepala Desa/ Kepala Dusun/ Instansi tempat orang tua bekerja)
  7. Fotokopi kartu keluarga yang masih berlaku
  8. Fotokopi ijazah dan SKHUN yang telah dilegalisir
  9. Fotokopi rapor semester 1 (satu) d. 5 (lima) yang dilegalisir oleh kepala sekolah.
  10. Surat rekomendasi asli dari kepala sekolah
  11. Denah lokasi rumah dari jalan utama/ tempat umum yang dikenal (untuk memudahkan home visit)

 

KETERANGAN

  • Pengumpulan berkas paling lambat 10  Juli 2019 diterima oleh PMB STIE SBI
  • Berkas diserahkan  langsung  / dikirimkan via pos kilat ditujukan  kepada :

 

Panitia PMB –  STIE SBI Yogyakarta

d/a Jalan Ring Road Utara No. 17 Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

(Hal : Berkas Pendaftaran Bidikmisi 2019)

Pengumuman penerima beasiswa DIKPORA DIY tahun 2019 :

No. Nama NIM JUMLAH JUMLAH
1. Krisnanti Andryani 16200102 Saren Rt.03/Rw.01 No. 109 Catur Tunggal Sleman Rp.3.000.000
2. Aji Sindi Wardana 16100113 Karanganyar Rt.09/Rw.29 Sinduadi Mlati Sleman Rp.3.000.000
3. Gigih Jamaludin B 16100174 Kayen Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta Rt.07 Rw.45 Rp.3.000.000
4. Ariska Ayustina 16200107 Ngrombo 2 Rt.03 Rw.12 Karangmojo Gunungkidul Yogyakarta Rp.3.000.000
5. Andi Bagus Nugraha 17100123 Sorogedug Kidul Rt.2 Rw.36 Madurejo, Prambanan Sleman Yogyakarta Rp.3.000.000

Kepada yang disebutkan diatas diharap segera menemui Puket 3 STIE SBI Yogyakarta

STIE SBI Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan dengan tema “True Story of Educational Traveler Community SBI Batch 1 Goes to Singapore-Malaysia 4D3N” mengungkap perjalanan di negeri seberang untuk kemajuan pemuda yang gemilang. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 2 April 2019 di lantai 4 Gedung STIE SBI Yogyakarta.

Nara sumber kegiatan ini adalah peserta ETC batch 1 yang telah melakukan perjalanan ke Singapura-Malaysia pada bulan Februari 2019. Para member ETC SBI batch 1 berbagi pengalaman dengan harapan bisa menularkan kesuksesan yang sama di batch selanjutnya.

Program ini bertujuan untuk :

  1. Go internasional
  2. Berwawasan global
  3. Berjejaring tingkat dunia
  4. Mengukir sejarah kehidupan yang tak terlupakan
  5. Mendapat keluarga baru yang menyenangkan
  6. Kreatif dan Inovatif
  7. Kemandirian

Peserta pertemuan ini cukup antusias, dibuktikan dengan keinginan 8 orang peserta untuk mengikuti ETC SBI batch 2 yang akan dilaksanakan bulan Agustus 2019.

 

Educational Traveler Community STIE Solusi Bisnis Indonesia atau yang biasa disebut ETC SBI adalah sebuah komunitas bagi civitas kampus SBI untuk mewadahi minat anggotanya di bidang traveling. Pada tanggal 20 – 23 Februari 2019 ETC SBI batch 1 melakukan tour dan case study ke Singapura dan Malaysia dengan tajuk ETC SBI Goes to Singapore – Malaysia 4D3N. Komunitas yang ber-motto-kan “Destination is not just a place, it’s a new perspective” itu telah melakukan serangkaian persiapan sebelum keberangkatannya. Adapun persiapan-persiapan yang dilakukan adalah pelatihan bahasa Inggris untuk para anggotanya, pembuatan paspor, hingga pembuatan rencana jadwal perjalanan (itinerary).

Yadu, Nur, Pascal, Renia, Dian, Tari, Bella,  Remanda, serta dua dosen pendamping; Pak Faza dan Pak Udin memulai perjalanannya dari Adisutjipto International Airport Yogyakarta pada 20 Februari di pagi hari. Sekitar pukul 11 pagi mereka tiba di Changi International Airport Singapore, bandara terbaik dunia.       Mereka pun langsung bergegas menuju penginapan untuk istirahat dan makan siang. Sesuai agenda, di hari pertama beberapa tempat wisata siap untuk dikunjungi, diantaranya Marina Bay Sands, Merlion, dan Garden By The Bay. Pengalaman di hari pertama ini membuat pelajaran yang sangat berharga bagi mereka khususnya dalam beradaptasi dengan budaya di sana yang serba disiplin. Mulai dari sarana transportasi, kebersihan, ketertiban lalu lintas, serta budaya disiplin masyarakatnya menjadi sebuah nilai yang patut untuk dicontoh. Mereka pun menutup hari pertama dengan evaluasi di tengah gemerlap lampu-lampu cantik pertunjukkan di Garden By The Bay.

Mengelola sebuah group perjalanan bukanlah hal yang mudah. Inilah pembelajaran serta tantangan yang harus mereka hadapi. Untuk itu, setiap harinya mereka sepakat untuk membuat piket koordinator perjalanan. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan kepemimpinan mereka. Di hari kedua, agenda utama mereka untuk melakukan campus tour pun dilakukan. Dari yang semula hanya berencana mengunjungi satu kampus, namun akhirnya mereka dapat mengunjungi dua kampus ternama di Singapura sekaligus, yakni Singapore Management University (SMU) dan National University of Singapore (NUS). Di dua kampus tersebut mereka mengunjungi pusat-pusat studi di mana para mahasiswa berada. Tentu menjadi pengalaman yang amat berharga dapat menyaksikan secara langsung kehidupan mahasiswa di salah satu negara maju dunia itu.

Selepas melakukan campus tour, rombongan ETC SBI bergegas menuju Sentosa Island, di mana salah satu ikon wisata Singapura berada, Universal Studio. Setelah puas mengitari pulau wisata tersebut, mereka segera beranjak ke Chinatown untuk menyerbu berbagai souvenir. Pusat perbelanjaan di kota kecil etnis China itu membuat mereka tak tahan untuk menyerbu berbagai belanjaan guna diberikan kepada teman, sahabat, dan sanak keluarga di Indonesia. Akhirnya mereka sepakat untuk kembali beranjak ke Garden By The Bay untuk melanjutkan peng-explore-an tempat wisata taman terbesar di Singapura tersebut. Setelah itu, sebagian dari mereka melanjutkan perjalanan ke Orchard Road, Bugis Street, dan Little India. Namun, beberapa diantaranya memilih untuk kembali ke hotel guna istirahat mempersiapkan perjalanan besok ke Malaysia. Lengkap sudah perjalanan ETC SBI di Singapura.

Hari telah berganti, segera rombongan ETC SBI menuju tempat dimana bus yang hendak mereka tumpangi menuju Kuala Lumpur, Malaysia berada. Kerinduan akan kebersamaan dalam satu penginapan di Singapura masih terasa, namun bagaimanapun mereka harus tetap bergerak. Inilah sebuah perjalanan, layaknya hidup yang harus terus berjalan. Selama kurang lebih lima jam perjalanan mereka tempuh dengan bus dari Singapura ke Kuala Lumpur. Perubahan budaya sudah sangat mereka rasakan antara Singapura dan Malaysia. Meski demikian, mereka tetap fokus untuk memahami setiap langkah case study atau studi lapangan yang mereka lakukan. Mempelajari setiap hal yang mereka saksikan langsung di dua negara tersebut adalah tantangannya. Bagaimana setiap hal yang ditemui bisa menjadi sebuah refleksi diri untuk di kemudian hari bersama-sama dapat membangun negeri.

Tiba di Kuala Lumpur dengan selamat, mereka pun memilih untuk istirahat di hotel. Hingga mentari mulai terbenam, mereka beranjak menuju Menara Kembar Petronas. Begitu banyak traveler lainnya dari berbagai negara yang sedang menikmati malam di pusat destinasi Malaysia itu. Membuat pertemanan baru lintas negara pun dilakukan oleh para member ETC SBI. Inilah salah satu tujuan dari program ETC SBI Goes to Singapore – Malaysia 4D3N, yaitu menciptakan jaringan internasional. Sebagai mahasiswa ekonomi, mereka meyakini bahwa salah satu faktor kesuksesan perekonomian adalah dengan adanya jaringan yang luas.

Tak cukup hanya dengan satu spot, mereka memutuskan untuk mengakhiri malam di Bukit Bintang, salah satu pusat keramaian di Kuala Lumpur. Di sana mereka menikmati berbagai aneka santapan malam yang tersedia di Bukit Bintang Food Court. Dengan melihat langsung, rangsangan untuk memunculkan ide-ide bisnis yang dapat dikembangkan di Indonesia pun otomatis tercipta. Inilah salah satu menfaat dari sebuah traveling. Meski tak rela melewati malam terakhir kebersamaan di luar negeri, namun tetap mereka memutuskan untuk istirahat guna menjaga stamina untuk kunjungan terakhir di hari esok.

Hari terakhir dalam program ETC SBI Goes to Singapore – Malaysia 4D3N mereka isi dengan kunjungan ke Batu Caves. Tempat wisata yang menyajikan nuansa wisata religi Hindu itu, menampilkan sebuah keindahan tersendiri. Sebuah arca Kartikeya (Putra Dewa Siwa) yang amat besar terpampang di area Batu Caves. Di sana juga mereka dapat merasakan aneka santapan khas India yang amat lezat. Setelah puas berkeliling di sana, mereka kembali untuk check-out hotel. Tak lama setelahnya, mereka berkumpul di lobby hotel untuk perpisahan. Mereka pun menuju ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA) untuk kembali ke Indonesia.

Kini, mereka semua telah kembali dengan selamat di Indonesia. Sebagaian dari mereka ada yang langsung melanjutkan kesibukannya dalam berbagai pekerjaan. Ada pula yang melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya. Meski tujuan mereka pasca kegiatan itu berbeda-beda, namun kini perspektif mereka sudahlah sama. Mereka menyadari bahwa pengetahuan tak hanya bersumber dari buku, kampus, atau tampat kerja. Pengetahuan bersumber dari mana saja yang tiada batasnya. Traveling merupakan salah satu sumber pengetahuan. Oleh karena itu, destination is not just a place, it’s a new perspective (tujuan bukanlah hanya sebuah tempat, melainkan sebuah perspektif baru).

PENGUMUMAN AKADEMIK

SEMESTER GENAP 2018/2019

 

Memberitahukan kepada seluruh mahasiswa STIE SBI Yogyakarta, bahwasanya KRS Semester Genap 2018/2019 masih dalam proses MIGRASI ke Sistem E-CAMPUZ. Pelaksanaan KRS dilakukan mulai hari Senin-Sabtu, tanggal 25 Februari 2019 – 2 Maret 2019 sesuai dengan Jadwal Kalender Akademik 2018/2019. Berikut  Jadwal KRS untuk mahasiswa:

Kelas Hari Tanggal
Reguler Pagi Senin-Selasa 25-26 Februari 2019
Reguler Sore Rabu-Kamis 27-28 Februari 2019
Reguler Khusus Jumat-Sabtu 1-2 Maret 2019

*Bimbingan dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA), dapat dilakukan di Kampus STIE SBI Yogyakarta Senin-Sabtu jam 09.00-14.00 kcuali Jumat jam 09.00-11.00

Adapun langkah-langkah KRS ON LINE yang wajib diperhatikan oleh mahasiswa, yaitu:

  1. Mahasiswa melakukan Herregistrasi di Semester Genap 2018/2019.
  2. Mahasiswa melakukan KRS dengan membuka laman website di stie-sbi.ecampuz.com
  3. Mahasiswa masuk ke laman Portal Akademik Mahasiswa dan Dosen
  4. Mahasiwa dapat Login dengan mengisi username dan password menggunakan NPM (Nomor Mahasiswa), klik Next kemudian ada instruksi Ganti Pasword, OK (Silahkan ganti password masing-masing)
  5. Mahasiwa masuk ke Menu Akademik – KRS – Pilih Semester – Pilih Mata Kuliah (*harap berhati-hati dan diteliti ulang sesuai dengan kelasnya)
  6. Jika telah selesai, maka silahkan mahasiswa klik SAVE untuk menyimpan proses KRS yang telah mahasiswa lakukan.
  7. Setelah KRS selesai dilakukan, silahkan mahasiswa untuk meminta BEBAS PERPUSTAKAAN di Perpustakaan. Bukti tersebut kemudian diserahkan ke DPA sebagai syarat untuk memvalidasi/ persetujuan KRS yang telah dilakukan mahasiswa.
  8. DPA akan melakukan pengecekkan dan menyetujui proses KRS yang telah dilakukan mahasiswa, setelah disetujui maka mahasiswa baru dapat mencetak hasil KRS secara mandiri.
  9. Adapun kartu ujian sebagai syarat mengikuti ujian, mahasiswa juga dapat mencetak secara mandiri, 7 hari sebelum UTS/UAS.

stie-sbi