Disadur sesuai aslinya dari : https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3516027/anda-bisa-cicil-rumah-dengan-bunga-hanya-775
07 Sep 2017

Anda Bisa Cicil Rumah dengan Bunga Hanya 7,75%

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan saat ini mengelola dana iuran jaminan sosial tenaga kerja sebesar Rp 271 triliun. Sebagian dana kelolaan itu digunakan untuk memberi manfaat langsung kepada para pekerja.

Salah satunya membiayai perumahan pekerja melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga lewat instrumen surat berharga yang nantinya digunakan oleh penerbit untuk membangun rumah.

Ini merupakan wujud mendukung program 1 juta rumah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lewat program 1 juta rumah, pemerintah menyediakan rumah dengan harga terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagaimana perkembangan penyediaan rumah bagi pekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan? Seperti apa skema pembiayaannya? Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menjelaskan kepada detikFinance lewat wawancara khusus di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (29/5/2017). Berikut petikannya

Bagaimana perkembangan program pembiayaan rumah pekerja oleh BPJS Ketenagakerjaan?
Jadi kita ada kebijakan untuk membiayai perumahan pekerja. Ada tiga skema, pertama, kerja sama dengan perbankan memberikan kredit. Kedua, kerja sama dengan pelaku pasar modal atau manajer investasi yang mengeluarkan produk RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) kita beli kemudian dananya untuk bangun rumah. Ketiga, kerja sama dengan mereka yang keluarkan surat berharga misalnya obligasi, uangnya kita gunakan untuk bangun perumahan, tiga skema itu. Kemarin kita sudah kerja sama dengan, yang pertama, dengan perbankan. Kita tempatkan dana kita. Kita minta ke bank tolong dana yang kita tempatkan itu salurkan ke kredit murah untuk membiayai perumahan pekerja.

Murahnya berapa?
Murahnya sebesar BI Repo Rate plus 3%, atau sekitar 7,75%. Kalau bunga bank komersial sekitar 11%, 12%, 13%.

Untungkah BPJS Ketenagakerjaan dengan bunga segitu?
BPJS Ketenagakerjaan menempatkan dana di bank, nanti bank bayar bunga ke BPJS dengan bunga normal. Artinya kami menempatkan dana ke bank baik untuk menyalurkan ke kredit murah atau tidak bunganya tetap sama yang dibayar ke BPJS Ketenagakerjaan. Tapi, bank harus salurkan ke kredit murah. Kita dengan BTN dan bank pemerintah lainnya. Tentunya saya beri Rp 10 miliar, bank bayar ke kita 6% sesuai ketentuan Bank Indonesia, bank salurkan dapat 7,7% selisihnya tipis sekali, kalau begitu saya tempatkan lebih dari Rp 10 miliar, saya tempatkan lagi salurkan ke komersial.

Misalnya anda saya beri uang Rp 100 milair tapi salurkan ke kredit murah, anda enggak dapat apa-apa. Wah, rugi dong. Oke saya beri Rp 150 miliar atau Rp 200 miliar lebihnya kasih kredit bunga komersil, kalau enggak mau cari tempat lain. Selain itu dapat bisnis nasabah, siapa? Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Apakah peserta dirugikan?
Enggak, karena waktu ditempatkan, kita bunga bank sesuai dengan ketentuan.

Perumahan pekerja di mana saja?
Di seluruh Indonesia, dan ini respons masyarakat cukup bagus dan seluruh Indonesia sudah respons. Kalau untuk KPR itu ke peserta seluruh Indonesia. Mereka bisa memilih perumahan di daerah masing-masing, tinggal datang ke BTN (Bank Tabungan Negara( bilang saya anggota BPJS, disalurkan ke kita apabila terkonfirmasi tinggal dicek. Kemudian kita kerja sama dengan developer juga. Dengan perbankan bentuknya kita berikan KPR ke peserta kita juga ke developer untuk bangun rumah khusus, untuk developer namanya kredit konstruksi, itu kita beri bunga murah juga.

Skemanya seperti apa?
Skemanya sama persis, kayak tadi gunakan untuk kredit konstruksi sama ke peserta. Kemudian kita kerja sama dengan pemilik perusahaan. Sekarang tim saya sosialisasi ke seluruh peserta platinum, perusahaan-perusahaan besar menghimbau mereka untuk bangun rumah-rumah pekerja. Kalau mereka punya tanah, daripada tanah itu kosong, dibangunlah. Kalau enggak ada dana untuk bangun kita bantu, kalau enggak ada developernya kita carikan. Bunganya murah, begitu rumah terbangun yang beli peserta kita karyawan mereka. Untuk beli itu karyawan enggak punya uang kita beri pinjaman namanya KPR.

Ini sebagai langkah mendukung program satu juta rumah?
Iya, kemarin baru di Serpong sebanyak 6.000 unit, kemudian di Solo Sritex sudah komitmen bangun 10.000 unit dan kita juga punya tanah yang sedang kita lakukan feasibility study di daerah Tangerang dan itu bisa dibangun 20.000 unit. Kemudian pengusaha yang lain, saya dengar kemarin dari Solo dan ada yang dari Purwodadi ada suatu perusahaan berminat bangun rumah pekerja, di Batam juga, Surabaya, Semarang.

Ini untuk meningkatkan produktivitas mereka, karena mungkin mereka yang bekerja di pabrik itu kan pakai shift, shift sering terganggu rumah jauh. Kalua rumah dekat proses produksi enggak akan berhenti, 24 jam.

Pembiayaan rumah lewat manajer investasi seperti apa?
Jadi ada manajer investasi akan mengeluarkan produk RDPT, reksa dana penyertaan terbatas perumahan. Jadi kami nanti sebagai investor beli instrumen tersebut dan dana ini akan digunakan untuk membangun perumahan pekerja. Karena itu saya mengundang industri pasar modal mengeluarkan produk-produk alternatif pembiayaan perumahan pekerja. Kita siap untuk investasi di instrumen alternatif tersebut.

Lalu kerja sama pembiayaan perumahan dengan emiten pasar modal, bagaimana caranya?
Beli obligasinya, misalnya Lippo Group bangun suatu kawasan perumahan perlu pembiayaan ia keluarkan obligasi, kita siap untuk beli obligasinya.

Apa saja kemudahan program perumahan pekerja?
Satu bunga murah, kedua tingkat uang muka rendah. Kita ada dua skema, satu untuk pinjaman subsidi uang muka 1% atau MBR maksimum harga rumah per daerah berbeda-beda sesuai ketentuan pemerintah kurang lebih sekitar Rp 130 juta-Rp 140 juta. Kemudian yang kedua non MBR uang mukanya 5% kemudian harga rumah maksimal Rp 500 juta.

Syaratnya apa saja?
Syarat kita sederhana kok, terdaftar selama setahun minimal setahun. Ada rumah Rp 500 juta bawa ke BTN bilang saya mau ambil ini saya peserta BPJS nanti akan diproses.

Permintaannya sudah banyak?
Cukup banyak, kami dapat informasi dari BTN cukup banyak tapi sudah ada yang sudah close sudah dicairkan. Jadi kita bisa alokasikan dana kita sesuai ketentuan sebeasr 30% dari total dana kelolaan, tapi tidak semua taruh di satu keranjang. Saat ini kita alokasikan Rp 5 triliun dulu, Kalau enggak habis kita taruh di instrumen lain. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan kita kepada pemerintah dalam menyediakan satu juta rumah.

BPJS Ketenagakerjaan sudah mulai bangun proyek properti komersial?
Selain untuk rumah pekerja, kita juga membangun properti untuk komersial untuk kepentingan investasi. Kita juga akan bangun melalui penyertaan kita dana satu peruashaan PT Sinergi Investasi Properti (SIP), rencana besok akan groundbreaking kita namakan Social Security Tower. Jadi gedung ini memang tujuannya untuk komersial, buat office nanti ini kami sewakan, hasil dari pembangunan atau penyewaan ini untuk pengembangan JHT (Jaminan Hari Tua) dan akan diberikan kepada peserta juga.

Nilai investasi Social Security Tower berapa?
Investasinya Rp 540 miliar. Kita ada beberapa proyek yang lain. Nanti setelah Social Security Tower ada beberapa proyek lain lagi. Untuk investasi bangun yang komersial tadi, kemudian sosial untuk rumah-rumah pekerja tadi. (dst.)

 

Disadur sesuai aslinya dari : https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3516027/anda-bisa-cicil-rumah-dengan-bunga-hanya-775

 

stie-sbi