Aug
30

Langkah Memulai Usaha Baru

Hallo Profesional SBI, sudah mantap untuk membuka usaha baru?..

Apapun usaha yang akan anda buat nantinya , tidak lepas dari persiapan persiapan yang harus anda lewati.

Ada pepatah menyebutkan bahwa seharusnya setiap usaha yang dijalani berorientasi pada proses bukan hasil, artinya proses juga sangat memegang peranan penting dalam usaha pencapaian sebuah keberhasilan.

Nah apa saja ya profesioanl SBI untuk persiapan persiapan yang wajib di lakukan dalam menciptakan usaha baru agar nantinya prosesnya berujung pada sebuah keberhasilan.

Lalu apa saja tips tips untuk mempersiapkan sebuah usaha ? berikut daftarnya yang diolah dari berbagai sumber.


1. Siapkan Mental

Hal pertama yang harus disiapkan adalah mental. Mental pengusaha berbeda dengan karyawan. Karyawan cenderung menghabiskan gaji bulanannya. Sedangkan, pengusaha harus menginvestasikan sebagian penghasilannya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Maka, ketika kita sudah memilih untuk membuka usaha, terapkanlah mental sebagai pengusaha.

 

2. Siapkan Modal

Apapun jenis usahanya, pasti memerlukan modal. Banyak pengusaha yang mengeluhkan modal. Sebenarnya, tak perlu dirisaukan. Dengan modal kecil pun kita sudah bisa membuka usaha. Besarnya modal tergantung dari besar atau kecilnya usaha yang akan dijalankan.

Banyak usaha yang bisa dimulai dengan modal awal 2-10 juta rupiah. Jika masih kesulitan, ajaklah saudara atau teman untuk berbisnis bersama. Usahakan untuk tidak meminjam ke bank dahulu, sebab di awal usaha, apalagi jika usahanya belum terlalu besar, akan riskan jika sudah terbebani dengan utang.

 

3. Bidang Usaha

Tentukan bidang usaha yang akan di buka. Profesioanl SBI dapat memilih bidang usaha yang belum pernah ada atau yang sudah banyak. Pada awalnya, orang merasa ragu untuk mulai membuka usaha, baik bidang yang belum pernah ada maupun yang sudah banyak dilakukan.

Untuk bidang usaha yang sudah pernah ada, buatlah ciri khas atau kelebihan yang tidak dimiliki pengusaha lain.

 

4. Lokasi

Lokasi merupakan peran penting dalam membuka usaha. Lokasi yang ramai diyakini akan membuat usahamu cepat dikenal dan menarik banyak peminat. Pilih lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan tempat aktivitas masyarakat, kantor, sekolah, atau kampus.

Namun, terkadang lokasi bisa saja menipu. Banyak bidang usaha yang laris manis dan sukses meskipun berada di tempat yang sepi. Ada juga bidang usaha yang mampu menembus pasar internasional meskipun barangnya diproduksi dari dalam rumah.

Karena itu, pikirkan dan tentukan baik-baik mengenai lokasi. Untuk usaha yang baru berdiri, jangan ragu untuk memanfaatkan ruangan yang ada di rumah. Banyak, usaha yang sukses yang berawal dari garasi rumah.

 

5. Fokus

Fokuslah pada satu bidang usaha terlebih dahulu. Banyak pengusaha yang gagal saat mulai berkembang, karena tidak fokus pada peningkatan bisnis awal, melainkan terlalu banyak ingin mencoba bidang usaha lain.

Sebaiknya, bersabarlah dahulu agar satu bidang bisnis berjalan hingga sukses, setelah itu, barulah melebarkan sayap ke bidang bisnis yang lain.

 

6. Cari Pelanggan

Kenalkan bidang usaha ke luar. Sebarkan informasi barang dagangan atau usaha jasa anda ke semua orang, agar bisa mendapatkan klien.

Caranya bisa melalui promosi dari mulut ke mulut. Ceritakan bidang usaha kepada teman dekat, lalu, mintalah bantuannya untuk menyebarkan ke teman-temannya. Dengan cara ini akan semakin banyak orang yang tahu tentang usaha profesional SBI semua.

Bisa juga dengan cara membuat brosur dan menyebarkan dari rumah ke rumah. Cara ini cukup ampuh, Karena selain brosur, buatlah papan nama yang dipasang di depan tempat usaha, serta di tempat-tempat strategis lainnya.

Jangan lupa, selain dua cara tersebut, bisa juga dilakukan pemasangan iklan di internet. Di era cyber ini, banyak orang yang senang berbelanja dengan cara online, atau mencari informasi barang dan jasa yang dibutuhkan, melalui internet.

 

7. Cara Berbisnis

Sebenarnya, berbisnis itu mudah. Sampelnya adalah jika sebuah barang seharga seribu rupiah , tugas kita adalah menjualnya dengan harga lebih dari itu. Intinya, dari sebuah barang, anda dapat menjualnya dengan memperoleh keuntungan. Setelah itu, juallah barang tersebut sebanyak-banyaknya. Semakin banyak terjual, semakin banyak pula keuntungan yang didapatkan.

 

8. Pegawai

Pada awal membuka usaha, profesional SBI hanya membutuhkan sedikit pegawai. Selain diri sendiri yang mengurus usaha tersebut, mungkin juga dapat melibatkan anggota keluarga yang lain untuk ikut mengelola. Tujuannya agar mereka dapat ikut merasa memiliki usaha tersebut. Setelah usaha berkembang, baru bisa memperkerjakan pegawai tambahan.

 

9. Perencana Keuangan

Keuangan untuk membuka bidang usaha, tak hanya terpaku pada modal awal. Ketika usaha sudah berjalan, anda harus pandai mengatur alur keluar masuknya uang. Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Banyak pengusaha yang gagal karena keuangan pribadi dan bisnis, tercampur aduk.

 

10. Mulai!

Sudah memikirkan segala sesuatunya? Jika begitu, mulailah! Kerjakan!!

 

11. Risiko

Membangun bisnis, tentu saja ada risikonya. Namun, jika sudah menyadari risikonya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semakin maju usaha, nama baik anda semakin dipertaruhkan. Karena itu, sambil menjaga kelangsungan bisnis, Profesional SBI dapat juga terus menjaga nama baik. Sekali saja nama baik tercoreng, saat itu juga usaha yang telah dirintis, bisa hancur berantakan.

 

12. Antisipasi Kegagalan

Risiko kegagalan dalam berbisnis, selalu ada. Karena itu anda dituntut untuk bersikap tegas dan cepat bertindak, terutama bila melihat sesuatu yang tidak beres.

Untuk mengantisipasi kegagalan, buatlah aturan mengenai pengambilan keuangan. Pemilik usaha memang berhak mengambil uang dari perusahaan. Tapi, cara pengambilan dan jumlahnya, harus tersistem dengan jelas.

Begitu pula dengan operasional, harus memiliki sistem yang baku. Delegasikan tugas-tugas pada pegawai. Sehingga, apabila profesional SBI berhalangan, bisnis tetap dapat berjalan. Dan semakin sedikit campur tangan pemilik dalam usahanya, berarti usaha tersebut semakin baik.

 

 

stie-sbi